Detail Cantuman Kembali

XML

strategi pengembangan unit pelaksana teknis daerah balai benih ikan (UPTD BBI) pengujan di kabupaten bintan provinsi kepulauan riau menggunakan analisis swot dan QSPM


Jumlah populasi dunia pada tahun 2030 di perkirakan mencapai 8,5 milyar, namun di tahun 2023 saja, sektor perikanan tangkap Indonesia justru berada dalam puncak perampasan laut. Sesuai dengan kebutuhan protein yang semakin meningkat dan menurunnnya kuantitas sumberdaya, di perlukan optimalisasi strategi sektor perikanan budidaya. Melalui visi misi strategi nasional, Dinas Perikanan dan Kelautan Provinsi Kepulauan Riau terus-menerus melakukan pengembangan untuk menciptakan good governance, selaku implementator UPTD BBI Pengujan perlu memaksimalkan peranya melalui peningkatan penyediaan benih bermutu pada sektor budidaya. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor internal dan eksternal serta menyediakan alternatif dan prioritas strategi. Metode yang di gunakan adalah gabungan deskriptif kualitatif dan kuantitatif berdasarkan observasi, wawancara, kuisioner dan dokumentasi, jenis penelitian adalah studi kasus. Jenis data meliputi data primer dan sekunder, sumber data di peroleh dari responden berdasarkan purposive sampling, analisis penelitian menggunakan IFAS dan EFAS, SWOT dan QSPM. Hasil analisis SWOT menunjukkan kekuatan terbesar yakni, (3,61) kepemilikan serifikat CPIB, kelemahan (-3,67) kurangnya ketersediaan divisi khusus pemasaran, peluang (4,07) dukungan masyarakat, dan ancaman (3,69) tingginya hama dan penyakit, total faktor internal yakni (-0,06) dan faktor eksternal (0,38), sehingga di dapati posisi instansi berada pada kuadran III dengan strategi berbenah diri atau ubah strategi, adapun strategi alternatifnya ialah W-O yakni 1) Pengembangan biosafety, 2) Memaksimalkan mitigasi resiko,3) Penguatan kapasitas kelembagaan, dan 4) Optimalisasi perencanaan pemasaran, strategi hasil tanggapan strategi 1) Optimalisasi sarpras, 2) Mempertahan kualitas melalui peningkatan SOP, 3) Menciptakan interaksi sosial, 4) Pengembangan biosafety, dan strategi QSPM meliputi 1) Optimalisasi sarpras, 2) Menciptakan interaksi sosial, dan 3) Pengembangan biosafety. Strategi yang selalu muncul yang sekaligus menjadi strategi prioritas merupakan Pengembangan biosafety.
625.25.21 Iqb s
NONE
Text
Indonesia
Fakultas Teknik dan Ilmu Kelautan, Universitas Hang Tuah
2025
Surabaya
x, 127 p. : ill. ; 29 cm.
Skripsi
LOADING LIST...
LOADING LIST...